Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.
Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.
Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Melalui alam semesta dengan kepatuhannya, Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.
Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri, dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu, Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.
Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA, Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya, Mewarnai kedamaian, kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.
Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.
Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar